2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Orang bilang, menulis cerpen itu susah-susah gampang, gampang-gampang susah. Sesuka hatilah orang boleh berpendapat. Namun, bagi orang yang kuat kemauannya, pepatah itu akan segera ditepisnya. Menulis cerpen itu mudah, tidak harus berbakat. Asal ada kemauan untuk mencoba, pasti bisa. Buku ”Menuju Cerpenis Andal, Panduan Praktis Menulis Cerpen Bagi Pemula” merupakan buku panduan praktis untuk kalangan pelajar (pemula) yang tertantang menjadi cerpenis. Buku ini berbicara tentang apa itu cerpen dan bagaimana langkahlangkah menulis cerpen agar cerpen yang dihasilkan berbobot dan menarik pembaca. Juga memberi motivasi bahwa cerpenis merupakan peluang profesi unik, menyenangkan dan menjanjikan. Jadi, mulailah menulis sesuka hati. Cerpen itu tidak mengenal salah. Cerpen itu indah, memesona, dan menggairahkan. Maka, segeralah menulis tentang apa saja yang dilihat, dirasakan, dan dipikirkan. Yakinlah, cerpen yang kesekian boleh jadi akan membawamu pada sebuah keberuntungan.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Kumpulan Cerpen Kita PENULIS: Rerin Maulinda, S.Pd, M.Pd Tebal : 200 halaman ISBN : 978-623-7392-84-2 www.guepedia.com Sinopsis: Sadarkah kita bahwa kita menorehkan kisah setiap waktu, kita selalu membuat cerita dalam hari-hari kita. Ya...tentu itu terjadi pada setiap orang baik disadari maupun tidak. Entah itu kisah sedih bahagia maupun duka, kisah-kisah itu terus mewarnai hari pada setiap manusia. Buku Kumpulan Cerpen Kita ini menyajikan kisah-kisah itu. Terangkum dalam satu buku yang sangat menarik bagi teman-teman pembaca semua. Hal-hal unik yang akan membuat siapa saja yang membaca akan tersenyum, tertawa, bersedih bahkan akan sampai meneteskan air mata setelah membaca buku ini. Kini sepenggal cerita itu akan abadi dalam buku Kumpulan Cerpen Kita ini. www.guepedia.com Email : [email protected] WA di 081287602508 Happy shopping & reading Enjoy your day, guys
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Cerpen-cerpen dalam La Baco tidak dibangun dengan alur dan konflik yang rumit, atau gaya bahasa yang akobratik. Andi Samsu Rijal tidak menawarkan kecanggihan narasi, tetapi sensitivitas telepatik atas life instinct masing-masing diri yang membacanya. Artinya, “aku” sebagaimana dalam cerpen “Masa Kanak-Kanak” bisa berlaku untuk siapa saja, dalam latar belakang komunal di mana saja. Naluri hidup yang dibangun dalam kelisanan tidak bisa dipisahkan dari keberadaan subjek; seperti rasa nyaman dari nama/istilah, makanan, kebiasaan-kebiasaan, dan banyak lainnya.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Ketika tawa dan sedih pun dikorupsi, apa lagi sebenarnya makna kebaikan bagi koruptor? Agus Noor, cerpenis terkemuka dalam sastra Indonesia kontemporer, kali ini hadir dengan kumpulan cerpen terbarunya. Mengangkat realitas korupsi di negeri ini, dengan gaya penceritaan yang “tak biasa”: bila biasanya Agus Noor gemar mengembangkan kisah-kisah sadis-romantis-magis, di buku ini dia banyak bercanda dengan lelucon-lelucon yang sangat kocak, sekaligus surreal-komikal. Disertai dengan gambar-gambar komik yang kocak, juga muram, plus mencekam, pembaca takkan hanya mendapatkan cerita-cerita para koruptor dalam ragam polahnya, tetapi sekaligus “pembolak-balikan akal sehat”, yang disebutnya sebagai cara menolak menjadi tolol dan munafik secara berjamaah. Perihal gaya bercerita dan cita rasa sastrawi, Agus Noor ahlinya. Siapkan posisi duduk Anda, baca buku ini, lalu tertawalah—meski mungkin Anda merasa tersundut kemudian.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Kumpulan cerita ini dibuat oleh para siswa kelas XII SMA Taruna Nusantara Angkatan ke-31. Cerita tersebut berupa cerita pendek yang sesuai dengan kreativitas masing-masing. Ada cerita yang berdasarkan pengalaman pribadi atau cerita fiktif belaka. Tema-tema cerita pendek di dalam buku ini berbeda-beda, tergantung dari pemikiran atau ide masing-masing siswa.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
The second book in Stephen King’s Bill Hodges trilogy (Mr. Mercedes, Finders Keepers, End of Watch) “Stephen King’s superb stay-up-all-night thriller is a sly tale of literary obsession that recalls the themes of his classic 1987 novel Misery” (The Washington Post)—the #1 New York Times bestseller about the power of storytelling, starring the same trio of unlikely and winning heroes Stephen King introduced in Mr. Mercedes. “Wake up, genius.” So announces deranged fan Morris Bellamy to iconic author John Rothstein, who once created the famous character Jimmy Gold and hasn’t released anything since. Morris is livid, not just because his favorite writer has stopped publishing, but because Jimmy Gold ended up as a sellout. Morris kills his idol and empties his safe of cash, but the real haul is a collection of notebooks containing John Rothstein’s unpublished work...including at least one more Jimmy Gold novel. Morris hides everything away—the money and the manuscripts no one but Gold ever saw—before being locked up for another horrific crime. But upon Morris’s release thirty-five years later, he’s about to discover that teenager Pete Saubers has already found the stolen treasure—and no one but former police detective Bill Hodges, along with his trusted associates Holly Gibney and Jerome Robinson, stands in the way of his vengeance... Not since Misery has Stephen King played with the notion of a reader and murderous obsession, filled with “nail biting suspense that’s the hallmark of [his] best work” (Publishers Weekly).
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Selected as a Notable Book, a Critics' Top Book, and a Top 10 Book of Historical Fiction by The New York Times, and named a Best Book of the Year by NPR, The Washington Post, Vogue, and The Wall Street Journal From one of today's most brilliant and beloved novelists, a dazzling, epic family saga set across a half-century spanning World War I, the rise of Hitler, World War II, and the Cold War. Colm Tóibín's magnificent new novel opens in a provincial German city at the turn of the twentieth century, where the boy, Thomas Mann, grows up with a conservative father, bound by propriety, and a Brazilian mother, alluring and unpredictable. Young Mann hides his artistic aspirations from his father and his homosexual desires from everyone. He is infatuated with one of the richest, most cultured Jewish families in Munich, and marries the daughter Katia. They have six children. On a holiday in Italy, he longs for a boy he sees on a beach and writes the story Death in Venice. He is the most successful novelist of his time, winner of the Nobel Prize in literature, a public man whose private life remains secret. He is expected to lead the condemnation of Hitler, whom he underestimates. His oldest daughter and son, leaders of Bohemianism and of the anti-Nazi movement, share lovers. He flees Germany for Switzerland, France and, ultimately, America, living first in Princeton and then in Los Angeles. In a stunning marriage of research and imagination, Tóibín explores the heart and mind of a writer whose gift is unparalleled and whose life is driven by a need to belong and the anguish of illicit desire. The Magician is an intimate, astonishingly complex portrait of Mann, his magnificent and complex wife Katia, and the times in which they lived--the first world war, the rise of Hitler, World War II, the Cold War, and exile. This is a man and a family fiercely engaged by the world, profoundly flawed, and unforgettable. As People magazine said about The Master, "It's a delicate, mysterious process, this act of creation, fraught with psychological tension, and Tóibín captures it beautifully."
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Set in the town of Travnik, Bosnian Chronicle presents the struggle for supremacy in a region that stubbornly refuses to submit to any outsider. The era is Napoleonic and the novel, both in its historical scope and psychological subtlety, Tolstoyan. In its portrayal of conflict and fierce ethnic loyalties, the story is also eerily relevant. Ottoman viziers, French consuls, and Austrian plenipotentiaries are consumed by an endless game of diplomacy and double-dealing: expansive and courtly face-to-face, brooding and scheming behind closed doors. As they have for centuries, the Bosnians themselves observe and endure the machinations of greater powers that vie, futilely, to absorb them. Ivo Andric's masterwork is imbued with the richness and complexity of a region that has brought so much tragedy to our century and known so little peace. Skyhorse Publishing, as well as our Arcade, Yucca, and Good Books imprints, are proud to publish a broad range of books for readers interested in fiction—novels, novellas, political and medical thrillers, comedy, satire, historical fiction, romance, erotic and love stories, mystery, classic literature, folklore and mythology, literary classics including Shakespeare, Dumas, Wilde, Cather, and much more. While not every title we publish becomes a New York Times bestseller or a national bestseller, we are committed to books on subjects that are sometimes overlooked and to authors whose work might not otherwise find a home.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
“Slender but weighty. . . . What is moving about this novel is its embrace of what has always driven Kundera, the delicate state of living between being and nothingness.”— Boston Globe From the internationally acclaimed, bestselling author of The Unbearable Lightness of Being, an entertaining and enchanting novel—"a fitting capstone on an extraordinary career." (Slate) Casting light on the most serious of problems and at the same time saying not one serious sentence; being fascinated by the reality of the contemporary world and at the same time completely avoiding realism—that’s The Festival of Insignificance. Readers who know Milan Kundera’s earlier books know that the wish to incorporate an element of the “unserious” in a novel is not at all unexpected of him. In Immortality, Goethe and Hemingway stroll through several chapters together talking and laughing. And in Slowness, Vera, the author’s wife, says to her husband: “you’ve often told me you meant to write a book one day that would have not a single serious word in it…I warn you: watch out. Your enemies are lying in wait.” Kundera is finally and fully realizing his old aesthetic dream in this novel that we could easily view as a summation of his whole work. A strange sort of summation. Strange sort of epilogue. Strange sort of laughter, inspired by our time, which is comical because it has lost all sense of humor. What more can we say? Nothing. Just read.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Modern Javanese poetry in Osing dialect.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Analysis of diction of modern Javanese songs and poems.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Dalam dunia yang serba cepat dan digital, Eksperimen Bentuk Puisi mengajak pembaca kembali menemukan napas puisi—bukan lewat baris yang rapi, tapi lewat bentuk-bentuk baru yang hidup di sekitar kita. Buku ini menelusuri cara menulis puisi modern dalam berbagai format tak terduga: dari surat yang tak pernah dikirim, percakapan dua batin yang saling berseberangan, hingga fragmen pesan, catatan, dan notifikasi yang berubah menjadi karya puitik. Ditulis dengan bahasa yang jernih, lembut, dan reflektif, buku ini menunjukkan bahwa puisi tidak mati—ia hanya berganti cara bernapas. Setiap bab mengajak pembaca untuk bereksperimen: menulis dari ruang digital, mendengar ritme dari suara dan gerak, serta menemukan makna di antara jeda dan kekosongan. Cocok bagi penulis, pembaca, dan siapa pun yang ingin memahami bagaimana puisi berevolusi di era modern. Eksperimen Bentuk Puisi bukan sekadar panduan menulis, tetapi perjalanan untuk menemukan bentuk baru dari kejujuran dan perasaan manusia.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Antologi ini berisi lima puluh puisi karya para santriwan dan santriwati di Pesantren Modern Daarul `Uluum Lido, Bogor, Jawa Barat. Dipenuhi bermacam perenungan sederhana tetapi sarat makna. Tentang kebahagiaan juga kesedihan yang tak lekang oleh zaman. Inilah karya-karya terbaik yang terpilih dalam kompetisi lomba menulis puisi sebagai bagian dalam acara Ngaji Literasi. Ngaji Literasi merupakan program kolaboratif antara Penerbit Elex Media dan Pesantren Modern Daarul `Uluum Lido.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Buku Puisi Kontemporer ditujukan bagi siapa saja yang ingin memahami dan menulis puisi di era modern, termasuk mereka yang sudah berpengalaman dan ingin memperdalam pemahaman serta keterampilan dalam menulis puisi kontemporer. Dengan bahasa yang mudah dipahami, di dalamnya membahas berbagai aspek penting dari puisi kontemporer, mulai dari definisi, sejarah, hingga teknik menulis puisi yang efektif. Hal menarik yang ditemukan dalam buku ini: - Berbagai jenis puisi kontemporer, elemen-elemen puitis, hingga cara-cara bereksperimen dengan gaya dan bentuk yang unik. - Panduan praktis menulis puisi, termasuk cara memilih tema, berkreasi dengan bahasa, dan prosedur revisi untuk menghasilkan puisi yang berkesan kuat. - Kiat menemukan gaya penulisan puisi yang orisinil, dengan menata keseimbangan antara kreativitas dan aturan penulisan puisi.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Buku ini merupakan kumpulan dari beberapa puisi yang sengaja dikumpulkan. Puisi dalam kumpulan puisi ini mungkin masih jauh dari kesempurnaan. Namun sebuah proses pembelajaran tak akan pernah terjadi tanpa praktek nyata. Ini adalah karya pertama penulis di bidang karya sastra. Untuk itu, saran dan kritik yang membangun sangat penulis harapkan.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Buku kategori puisi yang berjudul Puisi Mbeling Dan Persona Perempuan merupakan karya dari Dheka Dwi Agustiningsih. Buku ini membahas sajak-sajak karya Remy Sylado yang terkumpul dalam Puisi Mbeling (2004). Karya tersebut merupakan produk dari Gerakan Puisi Mbeling yang berkembang di Indonesia pada tahun 1970-an. Sebagai produk dari sebuah gerakan, sajak-sajaknya memiliki karakteristik khusus yang mewarnai perpuisian Indonesia. Analisis dilakukan menggunakan teori aspek-aspek sajak yang dikemukakan oleh Luxemburg, dkk dan pendekatan serta pandangan mengenai gambaran perempuan yang dikemukakan oleh Beauvoir.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Hal paling menakjubkan dari karya sastra—khususnya puisi—dan kosmologi, keduanya merupakan pengembaraan hening. Suatu perjalanan menuju jantung kelengangan, mencapai bilik dan ruang yang belum bernama karena kata tak pernah cukup untuk menjamahnya. … dalam senyap Joko Pinurbo … ada kejenakaan. Kejenakaan menyemburkan hangat jiwa dunia anak-anak, yang meredakan kelelahan. Sekejap saja; karena kemudian kejenakaan itu menelan kita dalam gelak kita sendiri (dan itu bukan karena dunia anak-anak pun bisa teramat dingin dan sepi). Karlina Supelli Telepon berkali-kali berdering, kubiarkan saja. Sudah sering aku terima telepon dan bertanya “Siapa ini?”, jawabnya cuma “Ini siapa?” Ada dering telepon, panjang dan keras, dalam rongga dadaku. “Ini siapa, tengah malam telepon? Mengganggu saja.” “Ini Ibu, Nak. Apa kabar?” “Ibu! Ibu di mana?” “Di dalam.” “Di dalam telepon?” “Di dalam sakitmu.” Ah, malam ini tidurku akan nyenyak. Malam ini sakitku akan nyenyak tidurnya.