Abstrak
Dalam dunia yang serba cepat dan digital, Eksperimen Bentuk Puisi mengajak pembaca kembali menemukan napas puisi—bukan lewat baris yang rapi, tapi lewat bentuk-bentuk baru yang hidup di sekitar kita. Buku ini menelusuri cara menulis puisi modern dalam berbagai format tak terduga: dari surat yang tak pernah dikirim, percakapan dua batin yang saling berseberangan, hingga fragmen pesan, catatan, dan notifikasi yang berubah menjadi karya puitik. Ditulis dengan bahasa yang jernih, lembut, dan reflektif, buku ini menunjukkan bahwa puisi tidak mati—ia hanya berganti cara bernapas. Setiap bab mengajak pembaca untuk bereksperimen: menulis dari ruang digital, mendengar ritme dari suara dan gerak, serta menemukan makna di antara jeda dan kekosongan. Cocok bagi penulis, pembaca, dan siapa pun yang ingin memahami bagaimana puisi berevolusi di era modern. Eksperimen Bentuk Puisi bukan sekadar panduan menulis, tetapi perjalanan untuk menemukan bentuk baru dari kejujuran dan perasaan manusia.