Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

Muhammad Rafsanjani

2 karya publik ditemukan.

2026: 2

Eksperimen Bentuk Puisi

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Dalam dunia yang serba cepat dan digital, Eksperimen Bentuk Puisi mengajak pembaca kembali menemukan napas puisi—bukan lewat baris yang rapi, tapi lewat bentuk-bentuk baru yang hidup di sekitar kita. Buku ini menelusuri cara menulis puisi modern dalam berbagai format tak terduga: dari surat yang tak pernah dikirim, percakapan dua batin yang saling berseberangan, hingga fragmen pesan, catatan, dan notifikasi yang berubah menjadi karya puitik. Ditulis dengan bahasa yang jernih, lembut, dan reflektif, buku ini menunjukkan bahwa puisi tidak mati—ia hanya berganti cara bernapas. Setiap bab mengajak pembaca untuk bereksperimen: menulis dari ruang digital, mendengar ritme dari suara dan gerak, serta menemukan makna di antara jeda dan kekosongan. Cocok bagi penulis, pembaca, dan siapa pun yang ingin memahami bagaimana puisi berevolusi di era modern. Eksperimen Bentuk Puisi bukan sekadar panduan menulis, tetapi perjalanan untuk menemukan bentuk baru dari kejujuran dan perasaan manusia.

Bahasa yang Tak Lagi Sama

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Dalam dunia yang terus berubah, bahasa pun ikut menua bersama waktu, cinta, dan manusia yang mengucapkannya. Bahasa yang Tak Lagi Sama adalah kumpulan refleksi puitik tentang bagaimana kata-kata berevolusi seiring perubahan hati. Tentang percakapan yang kehilangan makna, tentang diam yang ternyata lebih jujur dari suara, dan tentang bagaimana kita belajar menemukan diri di antara bahasa yang tak lagi sama — tapi masih indah. Melalui dua puluh bab yang ditulis dengan nada tenang dan emosional, buku ini membawa pembaca menelusuri perjalanan batin: dari perpisahan yang tertahan di tengah kalimat, hingga pertemuan kembali dalam versi yang lebih dewasa. Setiap bab bisa dibaca sebagai puisi panjang, esai reflektif, atau surat kepada masa lalu. Buku ini bukan sekadar tentang kehilangan, tapi tentang penerimaan. Tentang bagaimana kita berubah tanpa kehilangan makna. Tentang bagaimana cinta, meski tak lagi diucapkan dalam bahasa yang sama, masih bisa tetap hidup — hanya dengan cara yang baru. Ditulis dengan gaya lembut dan introspektif, Bahasa yang Tak Lagi Sama cocok bagi pembaca yang mencintai sastra, puisi modern, dan tulisan reflektif yang mengandung keheningan. Cocok untuk kamu yang pernah mencintai, kehilangan, lalu menemukan makna baru di dalam sunyi. Tema utama: • Evolusi bahasa dan perasaan manusia • Perpisahan, penerimaan, dan penyembuhan • Refleksi batin dan perjalanan menulis • Puisi sebagai bentuk pemahaman diri • Cinta yang berubah, tapi tidak hilang Kutipan utama: Bahasa berubah, manusia tumbuh, cinta berputar — dan puisi adalah cara kita berdamai dengan semuanya.