Abstrak
Cerpen-cerpen dalam La Baco tidak dibangun dengan alur dan konflik yang rumit, atau gaya bahasa yang akobratik. Andi Samsu Rijal tidak menawarkan kecanggihan narasi, tetapi sensitivitas telepatik atas life instinct masing-masing diri yang membacanya. Artinya, “aku” sebagaimana dalam cerpen “Masa Kanak-Kanak” bisa berlaku untuk siapa saja, dalam latar belakang komunal di mana saja. Naluri hidup yang dibangun dalam kelisanan tidak bisa dipisahkan dari keberadaan subjek; seperti rasa nyaman dari nama/istilah, makanan, kebiasaan-kebiasaan, dan banyak lainnya.
Kata kunci
Fiction