BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Ekonometrika, sebagai cabang dari ilmu ekonomi, memberikan alat dan metode analisis yang kuat untuk memahami dan memprediksi fenomena ekonomi. Di sisi lain, ekonomi syariah menawarkan perspektif yang unik dan berlandaskan pada prinsip-prinsip syariah, yang menekankan keadilan, etika, dan keberlanjutan dalam setiap aspek ekonomi. Dengan menggabungkan kedua bidang ini, buku ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana teknik-teknik ekonometrika dapat diterapkan untuk menganalisis dan mengembangkan kebijakan ekonomi yang sesuai dengan nilai-nilai syariah.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Buku ini hadir sebagai bentuk kepedulian kami terhadap pentingnya pemahaman dan pengamalan nilai nilai Pancasila, terutama bagi generasi muda Indonesia yang sedang menempuh pendidikan tinggi. Pancasila bukan sekadar kumpulan kata atau slogan yang sering kita dengar dalam upacara atau pidato resmi. Pancasila adalah dasar negara, ideologi bangsa, sekaligus pandangan hidup yang mempersatukan seluruh rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila adalah hasil pemikiran mendalam para pendiri bangsa yang telah mempertimbangkan keberagaman suku, agama, budaya, dan adat istiadat yang ada di Indonesia.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Judul : Pendidikan Pancasila Penulis : KBP (Purn.) Dr. H. Yusuf Setyadi, SH., SStMk, MM, M. Hum & Dr. Abdul Aziz, M. Ag Ukuran : 15,5 x 23 cm Tebal : 300 Halaman Cover : Soft Cover No. ISBN : 978-623-162-697-4 No. E-ISBN : 978-623-162-702-5 (PDF) SINOPSIS Indonesia adalah negara terbesar di kawasan Asia Tenggara, dan terbesar nomor tiga di kawasan Asia, serta penduduknya mayoritas Muslim nomor wahid. Akan tetapi dalam penyelenggaraan ketatanegaraannya tidak menganut sistem ideologi keagamaan tertentu melainkan Pancasila sebagai satu-satunya ideologi bangsa dan negara yang harus ditaati oleh seluruh warga negaranya. Di samping sebagai satu-satunya ideologi bangsa dan negara, Pancasila juga menjadi falsafah pandangan hidup bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Kesepakatan satu-satunya Ideologi negara Indonesia ini tidak lepas dari peran besar para pendiri bangsa di awal kemerdekaannya dengan lapisan masyarakat dari Sabang sampai Merauke, terutama peran para Ulama, Kyai, dan tokoh masyarakatnya. Secara historis, Pancasila yang lahir 1 Juni 1945 dan ditetapkan sebagai satu-satunya ideologi negara dan bangsa Indonesia pada 18 Agustus 1945 sampai saat ini telah matang dalam merangkai kebineka tunggal ika-an sebagai wujud pemersatu rakyat Indonesia, meskipun tentu masih perlu diperkuat secara sistemik demi terus menjadi inspirasi dan motivasi masyarakat bangsa dan negara beserta seluruh warga-negaranya memegang teguh keyakinannya dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara. Untuk itu maka Pancasila perlu disosialisasikan, dipahamkan dan hayati serta amalkan secara terus menerus kepada segenap lapisan anak bangsa dari generasi ke generasi sehingga tidak ada lagi yang ingin merubah ideologi ini pada ideologi lain, baik ideologi ke kiri-kirian maupun ke kanan-kananan. Meskipun tak terbantahkan bahwa dalam perjalanan panjang sejarah sejak awal kemerdekaannya sampai era melineal, Ideologi Pancasila mengalami hiruk pikuk ide gagasan yang ingin mencoba untuk merubahnya – akibat menguatknya ideologi lain, seperti Komunis dan Liberalis – namun dengan keteguhan keyakinan para tokoh agama, masyarakat dan tentu Pemerintah, Pancasila tetap eksis. Oleh karena itu, salah satu cara agar Pancasila betul-betul dapat dipahami dan hayati segenap lapisan masyarakat, terutama generasi mudanya wajib untuk mengetahui ideologi yang satu ini sejak dini.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Buku ini disusun dengan tujuan untuk memberikan pemahaman mengenai konsep dasar manajemen dan perilaku organisasi yang memiliki peran penting dalam keberhasilan suatu organisasi. Manajemen yang efektif tidak hanya berbicara tentang perencanaan dan pengendalian, tetapi juga menyangkut bagaimana individu maupun kelompok dalam organisasi berperilaku, berinteraksi, serta bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama.